Fungsi/method pada PHP

Juni 7, 2010 pukul 11:50 pm | Ditulis dalam php, programming | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Fungsi atau methode di paradigma objek, adalah blok kode yang dapat didefinisikan
kemudian dipanggil (di-invoke) dari bagian lain program.
Penggunaan fungsi dapat menjadikan kode program lebih modular. Fungsi menyediakan kemampuan yang baik bagi struktur kode agar dapat digunakan ulang.

Untuk kode-kode yang sama dan sering digunakan, tentu lebih praktis dijadikan suatu fungsi. Perhatikan contoh ;

/*mendapatkan jam dari sistem dengan format 0-23 */
$time = date(“S”);
if($time < 12){
$kata = ‘Selamat Pagi..’;
} elseif ($time < 17){
$kata = ‘Selamat Siang..’;
} else {
$kata = ‘Selamat Malam..’;
}
echo $kata;

Pada saat fungsionalitas kode diatas diperlukan kembali, kita akan menulis ulang kode yang kenyataannya sama. Agar lebih efektif dan efisien, lebih praktis jika kode di atas dijadikan kode sebagai suatu fungsi.

function salam($tNow) {
if(!$tNow) return ”;
if(!$tNow < 12 return ‘Selamat Pagi..’;
if(!$tNow < 17 return ‘Selamat Siang..’;
if(!$tNow > 17) return ‘Selamat Malam..’;
}

//memanggil fungsi
echo salam($time);

Dalam pengembangan aplikasi web, sebaiknya kita menghindari penulisan ulang fungsi pre-defined PHP. Lain
halnya jika fungsi yang kita gunakan memiliki fungsionalitas khusus, dan penulisan ulang fungsi PHP diperlukan untuk mendukung implementasi fungsi.

Mengelola Variabel Pada PHP

Juni 1, 2010 pukul 1:46 am | Ditulis dalam php, programming | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Disetiap kode program PHP, hampir dipastikan pasti ada variabel. Dalam implementasi pembuatan kode program, secara garis besar ada tiga konstruksi bahasa yang digunakan untuk mengelolavariabel, yaitu isset(), unset(), dan empty().

  1. isset(), digunakan untuk menyatakan apakah variabel diset atau tidak. Apabila variabel sudah di set, isset() akan mengembalikan nilai tru, dan sebaliknya akan bernilai false.
  2. unset(), merupakan kebalikan dari isset(), yakni meng-unset variabel dan membebaskan memori yang sudah digunakan jika tidak ada variabel yang mengacu nilainya. Pemanggilan isset() pada variabel yang sudah di unset akan mengembalikan nilai false.
  3. empty(), digunakan untuk memeriksa apakah variabel form tidak dikirim atau tidak berisi data. Berbeda dengan isset() yang mengembalikan false pada variabel yang di unset, empty() akan mengembalikan nilai true.

PHP Studi Kasus End

Maret 24, 2010 pukul 11:50 am | Ditulis dalam php | 1 Komentar
Tag: ,

Bagi pemula yang mau download cource code crud sederhana silahkan saja. Tapi untuk user login silahkan di kembangkan ya karena belum pake session. Ini linknya.

Note: karena file ini adalah ekstensi rar maka sebelum di save rubah ekstensi .jpeg menjadi .rar

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.