Quality of Service (QoS) pada Jaringan IP

Februari 20, 2011 pukul 3:11 pm | Ditulis dalam Jaringan, teknologi | Tinggalkan komentar
Tag:

 

Parameter Quality of Service (QoS) di Jaringan IP
Quality of Service (QoS) didefinisikan sebagai suatu pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari suatu layanan. Pada jaringan berbasis IP, IP QoS mengacu pada performansi dari paket -paket IP yang lewat melalui satu atau lebih jaringan. QoS didesain untuk membantu end user menjadi lebih produktif dengan memastikan bahwa end user mendapatkan performansi yang handal dari aplikasiaplikasi berbasis jaringan. QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. Parameter-parameter performansi dari jaringan IP adalah:

  1. Delay, didefinisikan sebagai total waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Delay di dalam jaringan dapat digolongkan sebagai berikut delay processing, delay packetization, delay serialization, delay jitter buffer dan delay network
  2. Jitter, didefinisikan sebagai variasi dari delay atau variasi waktu kedatangan paket. Banyak hal yang dapat menyebabkan jitter, diantaranya adalah peningkatan trafik secara tiba-tiba sehingga menyebabkan penyempitan bandwith dan menimbulkan antrian. Selain itu, kecepatan terima dan kirim paket dari setiap node juga dapat menyebabkan jitter.
  3. Packet loss, adalah perbandingan seluruh paket IP yang hilang dengan seluruh paket IP yang dikirimkan antara pada source dan destination. Salah satu penyebab paket loss adalah antrian yang melebihi kapasitas buffer pada setiap node. Beberapa penyebab terjadinya paket loss yaitu:
    1. Congestion, disebabkan terjadinya antrian yang berlebihan dalam jaringan
    2. Node yang bekerja melebihi kapasitas buffer
    3. Memory yang terbatas pada node
    4. Policing atau kontrol terhadap jaringan untuk memastikan bahwa jumlah trafik yang mengalir sesuai dengan besarnya bandwidth. Jika besarnya trafik yang mengalir didalam jaringan melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada maka policing control akan membuang kelebihan trafik yang ada.
  4. Throughput, adalah jumlah total kedatangan paket IP sukses yang diamati di tempat pengukuran pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut (sama dengan, jumlah pengiriman paket IP sukses per service-second). Berikut adalah perhitungan rumus dalam mencari nilai throughput:
Iklan

HSUPA ( High Speed Uplink Packet Access )

Februari 20, 2011 pukul 2:52 am | Ditulis dalam Jaringan, teknologi | Tinggalkan komentar
Tag:

Sama seperti HSDPA. HSUPA merupakan standar HSPA dengan kemampuan dari sisi kecepatan transfer uplinknya (dari handset ke jaringan), dimana secara teori HSUPA dapat mencapai kecepatan uplink hingga 5,76 Mbps. HSUPA diharapkan dapat menjadi terobosan baru yang sangat bermanfaat bagi pertelekomunikasian dunia. Oleh sebab itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari HSUPA ini, beberapa diantaranya adalah dengan menggunakan E–DCH (Enhanced–Dedicated Channel) transport channel processing dan E–DCH dedicated physical data channel, E–DCH dedicated physical control channel.


E–DCH Dedicated Physical Data Channel.
E–DCH dedicated physical data channel atau biasa disingkat E–DPDCH adalah kanal fisik uplink baru, yang digunakan untuk mentransmisikan bit–bit (sebagai hasil dari E–DCH Transport Channel Processing) dari user ke base station. E–DPDCH adalah kanal baru dimana terdapat semua uplink dedicated Channel paralel dari 3 GPP Release 5. Perbedaan yang paling besar pada E–DPDCH adalah mendukung untuk spreading factor 2, dimana ini akan memberikan pengiriman kanal bit per code lebih banyak dari minimum spreading factor 4 dari yang dilakukan oleh DPDCH.

Tabel di bawah ini akan memperlihatkan fitur–fitur penting bagi DCH, HSDPA dan HSUPA.

Sampai saat ini, perhatian masih difokuskan pada standard–standard untuk membatasi kompleksitas dari peningkatan uplink, dengan memastikan bahwa implementasi yang memungkinkan. Pada penggunaanya HSUPA juga ingin mendapatkan peningkatan performansi yang signifikan secara menyeluruh pada saat digunakan bersamaan dengan HSDPA.

Apa Sih Protocol Data Unit?

Juni 6, 2010 pukul 8:29 am | Ditulis dalam Jaringan, komputer | 2 Komentar
Tag: ,

Udah pada tau belum apa itu Protocol Data Unit? Protocol Data Unit atau yang disebut PDU adalah bentuk potongan-potongan data di setiap layer. Jadi saat data dikirimkan melalui layer-layer mulai dari application, presentation, network, sampai physical mempunyai satuan unit atau PDU.

1. Data-bentuk umum pada application layer
2. Segment-bentuk pada layer Transport
3. Packet-PDU pada layer internetwork
4. Frame-pada layer naetwork access
5. Bit-ada pada layer pisikal karena data harus ditransmisikan melalui medium perantara.

Pemberian nama unit ini memudahkan perpindahan data antar layer menggunakan protocol-protocol yang terdapat di masing-masing layer.

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.