Arti Kematian dan Musibah

Maret 23, 2010 pukul 12:07 pm | Ditulis dalam cerita | Tinggalkan komentar

Minggu,15 maret 2010 jam 11.00 wib dapet kabar dari rumah kalo kakek sudah meninggal. Padahal lagi enak2nya ngerjain laporan skripsi. Langsung aja deh kaget, trus langsung cabut pulang kampung. Memang kakek gw sudah tua dan sakit-sakitan, dia alm dapat bertahan sampai saat itu karena rajin minum obat. Tapi mungkin memang sudah waktunya maut menjemput, kita harus pasrah. Tapi ada sedikit penyesalan setelah mendengar berita ini karena pagi harinya pada saat hendak mencari sarapan bareng teman2, gw sempet guyon yang akhirnya gw mengatakan guyonan tentang kematian. Kira-kira begini “.. yah kalo udah tua mah emang waktunya mati ya mati aja.” Entah guyonan apa yang melatarbelakangi gw nyampe berujar seperti itu. Dan akhirnya kakek gw dipanggil oleh ALLOH swt. Akhirnya gw curhat ke teman gw, redha, ttg masalah ini. Dan dia memberi saran bahwa itu bukan salah gw tapi memang sudah waktunya. Yah gw sedikit lebih tenang.

Setiap mendengar kabar ttg meninggalnya kerabat, tetangga,atau teman selalu terbayang bahwa suatu saat pasti gw akan merasakan gimana sih rasanya berada di posisi mereka. Memandikan jenasah, mengucapkan perpisahan untuk terakhir kalinya, memandikan jenasah, menguburkan jenasah, kesedihan yang mendalam, rasa kehilangan yang memilukan. Terbayang jika ini akan terjadi ke adik, orangtua, atau bahkan diri gw sendiri. Tapi pada akhirnya gw merasakan kehilangan itu, merasakan apa yang akan gw rasakan. Seperti itulah mencium jenasah, menggotong jenasah, merebahkannya ke peristirahatan terakhir, melepaskan ikatan kain kafannya. Ya ALLOH sesungguhnya kami hamba-MU ini tercipta dari tanah dan akan kembali kepada-MU. Ini hanya salah satu ujian dari Dia untuk bagaimana kita memaknai hidup.

Masih dalam keadaan berduka, kemaren Senin 22 Maret 2010 ketika gw mau pulang lagi ke Bandar Lampung, adik gw kecelakaan. Mobil yang dibawa Krisna, adik gw, menabrak angkot. Sungguh kabar ini membuat shock bapak. Dan secara bersamaan, anak dari kakak mama keguguran. Mungkin kelelahan harusnya mengurusi seminggu acara yasinan di rumah. Terlihat di wajahnya pucat itu. Ujian lagi dari Yang Maha Kuasa. Ya ALLOH kami hamba-MU dan sudah selayaknya kami menerima ujian dari-MU. Kami akan memaknai setiap ujian dari-MU dengan ikhlas, dengan tawakkal. Tapi alhamdulilah, untuk korban yang ditabrak krisna sudah diatasi walaupun bapak harus pontang-panting cari pinjeman uang. Disini juga gw ngerasa gak berdaya belum bisa membantu orangtua gw pada saat membutuhkan. Sampai saat ini gw belum mendapat kabar lagi dari rumah karena gw udah berada di Bandar Lampung. Semoga semuanya selesai

Dengan segala ujian dari-MU semoga menjadi petunjuk bagi hamba-hambamu untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada-MU.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: